RIAUVIRAL.COM,INHIL.-Polsek Reteh bersama unsur TNI dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melaksanakan verifikasi hotspot serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polsek Reteh, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilakukan setelah terpantau adanya titik hotspot melalui Dashboard Lancang Kuning di wilayah Kelurahan Pulau Kijang, Parit 01, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 6 personel diterjunkan, terdiri dari 3 personel Polri, 1 personel TNI, dan 2 personel Masyarakat Peduli Api (MPA).
Tim kemudian bergerak menuju lokasi berdasarkan koordinat hotspot yang terpantau. Selain melakukan verifikasi, personel juga melaksanakan patroli di sekitar lokasi, memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta melakukan penyelidikan terhadap penyebab terjadinya hotspot.
Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±0,5 hektare. Saat petugas tiba di lokasi, tidak ditemukan lagi titik api, sementara kondisi lahan masih mengeluarkan sisa asap dan api telah dipastikan padam.
Dalam penanganan tersebut, personel menggunakan dua unit kendaraan roda dua dan satu unit mesin pemadam merk Robin.
Kapolsek Reteh menegaskan bahwa kegiatan verifikasi dan patroli hotspot merupakan bagian dari upaya kepolisian bersama unsur terkait untuk mencegah meluasnya Karhutla sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru di wilayah hukum Polsek Reteh.
Dalam pelaksanaan di lapangan, petugas menghadapi sejumlah kendala, di antaranya medan menuju lokasi yang cukup sulit, jarak tempuh sekitar 10 kilometer dari Polsek Reteh, serta hilangnya sinyal komunikasi saat menuju titik hotspot.
Polsek Reteh juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat potensi kebakaran dapat meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan serta masyarakat.
“MELINDUNGI TUAH, MENJAGA MARWAH.”
