Riauviral.com. MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memperkuat sinergi dengan Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Bengkalis untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas barang sekaligus mendorong pertumbuhan industri lokal dan ekspor daerah.
Audiensi dipimpin langsung Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar bersama Kepala Kantor Bea Cukai Bengkalis Novryansyah di Aula Kantor PUPR Meranti, Rabu (20/5/2026).
Bupati Asmar menegaskan kolaborasi dengan Bea Cukai penting untuk pengawasan ekspor-impor, pencegahan barang ilegal, hingga optimalisasi penerimaan negara dan daerah.
“Pertemuan ini diharapkan jadi momentum memperkuat koordinasi, mendukung industri lokal, serta membuka peluang ekspor bagi pelaku UMKM Meranti,” ujar Asmar.
Sebagai daerah perbatasan dengan Malaysia, Meranti selama ini bergantung pada sembako dan bahan makanan impor yang lebih murah. Namun Meranti terkendala regulasi karena tidak masuk kawasan Free Trade Zone seperti Kepri.
Asmar berharap Bea Cukai Bengkalis dapat menyampaikan aspirasi daerah ke pusat agar Meranti mendapat kebijakan khusus untuk masuknya sembako dan bahan makanan.
Selain itu, Pemkab meminta dukungan agar ekspor sagu bisa dilakukan langsung dari Meranti tanpa melalui daerah lain seperti Cirebon. “Kami ingin sagu Meranti diekspor langsung sehingga retribusinya meningkatkan PAD,” kata Asmar.
Bupati juga menyinggung dampak penutupan panglong arang terhadap ribuan warga pesisir. Ia berharap Bea Cukai bisa membantu mengomunikasikan persoalan perizinan ke pusat agar masyarakat tetap bisa bekerja.
Kepala Bea Cukai Bengkalis Novryansyah menjelaskan pihaknya memiliki fungsi sebagai pelindung masyarakat, pengumpul penerimaan negara, fasilitator perdagangan, dan pendukung industri lokal.
Ia menegaskan Bea Cukai mengedepankan kearifan lokal dalam pengawasan. Untuk persoalan sembako dan arang bakau, pihaknya akan membantu jika bisa diselesaikan di daerah, atau berkoordinasi ke pusat jika butuh keputusan lebih lanjut.
Bea Cukai juga menawarkan pendampingan ekspor langsung melalui pelatihan UMKM dan pembangunan koneksi pasar eksportir-importir. “Penawaran sudah ada, tinggal bagaimana menciptakan permintaannya,” jelas Novryansyah.
Pemkab Meranti berharap sinergi ini memperkuat pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.***
Editor…..zamri.
