MERANTI, RIAUVIRAL.COM – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Seminar Paparan Sejarah Pahlawan Kepulauan Meranti, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah perjuangan para tokoh dan pahlawan daerah.
Seminar diikuti peserta dari berbagai kalangan, terutama guru sejarah dan budayawan yang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Para peserta mengenakan busana Melayu, mencerminkan semangat pelestarian adat dan budaya sebagai identitas masyarakat Kepulauan Meranti.
Kegiatan diawali pembukaan oleh moderator Dra. Latifah Setiawaty Kudus, menyanyikan lagu Indonesia Raya dipimpin Hj. Nuryaningsih, S.Pd, pembacaan doa oleh Datuk Ustaz Anasrudin Nur, S.Pd.Gr, serta sambutan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si.
Selanjutnya seminar dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar yang diwakili Asisten III Setdakab, Datuk Atan Ibrahim, S.Pd., M.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, Datuk Atan menyampaikan materi mengenai pandangan pemerintah daerah terhadap upaya pengabadian sejarah perjuangan tokoh pejuang dan pelestarian situs bersejarah di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Mengangkat Sejarah Perjuangan Tokoh Lokal.
Seminar menghadirkan sejumlah pemateri yang membahas berbagai aspek sejarah perjuangan di Kepulauan Meranti.
Tengku Fadli Fahrudin menyampaikan materi tentang riwayat perjuangan Pemimpin dan Pejuang Temenggung Tebing Tinggi, Tengku Bagoes Sayid Toha dan kaum kerabatnya.
Ir. Edi Sumantri memaparkan sejarah perjuangan Datuk Bandar Encik Konel dan Datuk Sri Bijuangsa, dua tokoh yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan masyarakat setempat.
Materi berikutnya disampaikan Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., yang mengangkat tema tokoh pejuang kemerdekaan dan tempat bersejarah di Kepulauan Meranti pada masa Revolusi Fisik 1945–1949.
Adapun Datuk Dr. H. Abu Hanifah, M.Pd., membahas pentingnya menulis sejarah Kepulauan Meranti dan menjaga ingatan bersama sebagai upaya memperkuat identitas daerah serta membangun generasi mendatang.
Dorong Penulisan Sejarah Daerah.
Melalui seminar ini, LAMR Kepulauan Meranti mendorong tumbuhnya kesadaran bersama untuk menggali, mendokumentasikan, dan menulis sejarah daerah secara lebih terarah.
Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri Afrizal Cik mengatakan, sejarah perjuangan tokoh lokal penting diwariskan kepada generasi muda, bukan hanya sebagai pengetahuan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber keteladanan, semangat pengabdian, dan kecintaan terhadap daerah.
Menurutnya, dokumentasi sejarah yang baik diharapkan dapat menjaga keberadaan situs dan tempat bersejarah agar tidak terlupakan seiring perkembangan zaman.
Bagi Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Kepulauan Meranti, penguatan sejarah lokal menjadi bagian dari upaya merawat jati diri masyarakat Melayu sekaligus memperkaya khazanah sejarah nasional,” ujar Datuk Seri Afrizal Cik.
Melalui penyelenggaraan seminar tersebut, LAMR berharap sejarah perjuangan tokoh daerah semakin dikenal luas dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Setelah dikenal luas melalui para guru sejarah dan budayawan, harapan kita semangat perjuangan para tokoh itu dapat menjadi inspirasi generasi muda dalam mengisi pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti yang bermarwah, berbudaya, dan berkemajuan,” tutupnya. .
(ZAMRI)
