MERANTI, RIAUVIRAL.COM – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menurunkan satu perwira tinggi dan empat perwira menengah (Pamen) untuk membantu mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Kedatangan Satuan Tugas (Satgas) TNI tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI Prabowo Subianto , sebagai bentuk kehadiran negara dalam menghadapi potensi Karhutla di tengah kondisi panas ekstrem yang berpotensi memicu kebakaran di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Riau. Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu wilayah yang sebagian besar arealnya terdiri dari lahan gambut.
Kedatangan Satgas Mabes TNI disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar , yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) H. Sudandri, SH.. Kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama OPD dan instansi terkait di Aula Kantor PUPR Kepulauan Meranti, Kamis (27/8/2026).
Rakor Lintas Sektor.
Dalam pertemuan tersebut hadir Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S , selaku Staf Khusus Kasal, Kolonel Adm Dayatmoko, Letkol Ckm Widodo N, S.K.M, Mayor Ckm Subekan, Mayor Ckm Suryadi, S.K.M, Pabung Kodim 0303 Bengkalis, Danramil Selatpanjang, Danposal Selatpanjang, Staf Ahli Bupati, kepala OPD, dan para camat.
Sekda Sudandri menyampaikan apresiasi kepada Mabes TNI atas dukungan Satgas dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
“Pemkab Meranti siap berkolaborasi dengan Satgas TNI dalam penanggulangan Karhutla, termasuk memberikan dukungan kebutuhan Satgas selama menjalankan tugas di wilayah Meranti. Kita berharap bencana Karhutla yang merugikan semua pihak ini tidak terjadi,” ujar Sudandri.
Ia menegaskan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci, terutama melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap ancaman kebakaran di lahan gambut.
Tugas Satgas: Tinjau dan Sosialisasi.
Laksma TNI dr. Imam Hidayat menjelaskan, kedatangan tim merupakan bentuk nyata kehadiran negara membantu daerah.
Salah satu tugas utama Satgas adalah meninjau fasilitas pemadaman Karhutla di BPBD Meranti. Selanjutnya, Satgas akan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla dan langkah pencegahan hingga penanganannya.
“Karena berada di lahan gambut, ini ibarat berada di dekat tungku api yang sewaktu-waktu dapat terbakar. Karena itu, perlu diantisipasi oleh semua pihak,” ungkap Imam.
Ia mengatakan sosialisasi penting agar masyarakat memahami pola dan dinamika Karhutla sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. Jika kebakaran terjadi, penanganannya harus cepat dan tepat, termasuk upaya rehabilitasi pasca kebakaran.
“Kita membantu sebagai bentuk kepedulian negara kepada rakyat, dalam bentuk operasi militer menggunakan semua alat utama untuk penanggulangan Karhutla,” kata Imam.
Selain penanggulangan, Satgas juga akan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan stabil.
“Kita ingin memastikan kegiatan di tengah masyarakat dapat berjalan dengan baik dan stabil. Kita akan mengiringi masyarakat bagaimana anugerah alam gambut ini tidak menjadi sebuah halangan,” lanjutnya.
Bertugas 1 Bulan.
Satgas Mabes TNI direncanakan berada di Kabupaten Kepulauan Meranti selama kurang lebih ,satu bulan,. Selama masa penugasan, tim akan melakukan berbagai kegiatan pencegahan, mulai dari meninjau fasilitas BPBD Meranti hingga melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di wilayah rawan Karhutla.
Danramil Selatpanjang *Kapten Inf Nasution , menyampaikan pihaknya akan terus bersinergi dengan Satgas, BPBD, dan pemerintah desa untuk melakukan patroli dan pemantauan titik rawan di lapangan. (ZAMRI).
