Oplus_131072
MERANTI BUNTING ,RIAU VIRAL.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bunga Meranti Desa Meranti Bunting, Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti terus mengoptimalkan usaha penjualan pasir dan batu (sertu) sebagai unit usaha utama.

BUMDes yang dipimpin Direktur Muslimin tersebut telah berbadan hukum dengan Akta Pendirian AHU-01792.AH.01.33.TAHUN 2025. Saat ini, BUMDes fokus pada perdagangan material bangunan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di desa.
Berdasarkan profil yang dikonfirmasi pihak BUMDes, sepanjang tahun 2025 unit usaha penjualan sertu mencatat omzet sebesar Rp15.000.000. Usaha ini juga telah menyerap 5 orang tenaga kerja lokal.
Dari hasil usaha tersebut, BUMDes Bunga Meranti memberikan kontribusi bagi desa berupa Pendapatan Asli Desa (PADes) 2025 sebesar Rp843.000. Besaran PADes tersebut sesuai Peraturan Desa Nomor 7 tentang Ketentuan Pokok Anggaran Dasar BUMDes, yakni 40 persen dari hasil usaha.
Strategi Hadapi Tantangan Harga.
Dalam program kerjanya, BUMDes memetakan sejumlah tantangan, potensi, peluang dan prospek usaha.
Untuk tantangan berupa kondisi harga material yang terus naik, BUMDes menerapkan strategi pembelian langsung ke distributor utama agar stok mudah diperoleh.
Adapun potensi usaha dinilai besar seiring semakin banyaknya kegiatan pembangunan di desa. Masyarakat dan desa tetangga sangat membutuhkan material tersebut. Strateginya dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat dan pemasaran yang baik.
Sementara peluang usaha terbuka karena kebutuhan pasir dan batu di masyarakat saat ini sangat banyak. Untuk menjaga ketersediaan stok tetap terkendali, BUMDes menjalin kerja sama dengan BUMDes terdekat dan distributor yang ada.
Dari sisi prospek, BUMDes Bunga Meranti menjadi salah satu dari sedikit pelaku usaha sejenis di wilayah tersebut. Kepercayaan pelanggan tetap menjadi kunci untuk mempertahankan usaha.
Rencana Investasi Rp100 Juta.
Dalam rencana kerja sama usaha, BUMDes menjelaskan skema kerja sama dengan masyarakat. Pihak BUMDes berkewajiban melakukan bongkar muat dan lansir bahan material, dengan hak memperoleh keuntungan dari penjualan. Sementara pihak kedua atau masyarakat mendapat barang sekaligus keuntungan.
Sumber daya yang dikerjasamakan berasal dari masyarakat Desa Meranti Bunting yang dikelola BUMDes untuk usaha penjualan sertu.
Untuk pengembangan ke depan, BUMDes merencanakan kebutuhan biaya investasi sebesar Rp100.000.000 untuk usaha penjualan pasir dan batu yang ditanggung oleh pengelola BUMDes. Bentuk kerja sama meliputi sewa-menyewa, kerja sama pemanfaatan, bangun guna serah, bangun serah guna, serta pengembangan layanan atau fitur usaha.
Untuk kerja sama non-usaha, saat ini belum direncanakan karena BUMDes masih fokus mengoptimalkan usaha yang ada terlebih dahulu.
Harapan Dukungan Pemerintah.
Pengembangan BUMDes diakui masih menghadapi permasalahan, yakni lambatnya perputaran modal karena jauhnya lokasi pembelian material, serta kelangkaan material akibat pengaruh cuaca.
Pihak BUMDes berharap pemerintah dapat menyediakan pasokan material dengan harga terjangkau.
Sementara itu, dukungan pemerintah yang telah diterima BUMDes Bunga Meranti berupa bantuan dana dari Pemerintah Desa melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp39.815.000 pada tahun 2024 dan Dana Ketahanan Pangan sebesar Rp151.000.000 pada tahun 2025. Selain itu, mendapat dukungan pelatihan dari Pemkab melalui Dinas PMD Kabupaten tentang potensi dan manajemen BUMDes, jelasnya 26 Oktober 2026. .(ZAMRI )
