RANGSANG BARAT, RIAUVIRAL.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bokor Mandiri, Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, menunjukkan geliat kebangkitan dalam pengelolaan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
BUMDes yang didirikan berdasarkan Peraturan Desa Nomor 04 Tahun 2017 pada tanggal 21 Maret 2017 ini kini telah resmi berbadan hukum dengan Nomor AHU-04331,AH.01.33 Tahun 2025. Legalitas ini menjadi modal kuat untuk mengembangkan usaha secara profesional dan akuntabel.
Kepala Desa Bokor, Iriyanto Abdullah yang menjabat periode 2019-2027, menegaskan komitmennya untuk mendorong BUMDes menjadi motor penggerak ekonomi desa, bukan sekadar program seremonial. Desa Bokor sendiri memiliki luas wilayah 28,19 hektar dengan potensi pengembangan usaha yang cukup besar.
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Bokor Nomor 9.a Tahun 2025 tertanggal 14 Februari 2025, kepengurusan BUMDes Bokor Mandiri telah diperbaharui dengan struktur yang lebih solid.
Adapun susunan pengurus BUMDes Bokor Mandiri adalah Iriyanto Abdullah sebagai Penasehat, Sumardi, S.Pd sebagai Pengawas, Harpenasuhendra sebagai Direktur, Safit Triyana sebagai Sekretaris, Lustifia Arniati sebagai Bendahara, dan Ali Azrin sebagai Kepala Unit Usaha Ketahanan Pangan.
Fokus usaha BUMDes Bokor Mandiri saat ini adalah pada sektor Ketahanan Pangan, yakni budidaya Ayam Potong Broiler. Usaha ini dinilai sangat prospektif mengingat kebutuhan ayam potong di wilayah Rangsang Barat dan sekitarnya cukup tinggi.
Untuk mendukung pengembangan usaha tersebut, Pemerintah Desa Bokor telah mengucurkan permodalan sebesar Rp 257.400.000,- melalui Peraturan Desa Nomor 1 Tahun 2025 tertanggal 15 Januari 2025. Anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk pengembangan Unit Usaha Ketahanan Pangan Ayam Potong Broiler.
Direktur BUMDes Bokor Mandiri, Harpenasuhendra mengatakan, usaha ayam potong broiler ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga untuk menjaga ketahanan pangan di desa serta membuka lapangan kerja bagi warga setempat.
“Alhamdulillah, dengan dukungan penuh dari Pak Kades dan modal desa, usaha ayam potong broiler sudah berjalan. Ke depan, kita akan kembangkan lagi pasar ayam potong broiler ini agar bisa memenuhi kebutuhan tidak hanya di Desa Bokor, tetapi juga di desa-desa tetangga di Rangsang Barat,” ujar Harpenasuhendra.
Langkah BUMDes Bokor Mandiri ini sejalan dengan visi Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mewujudkan Meranti Unggul melalui optimalisasi aset desa. Aset desa yang dikelola secara profesional melalui BUMDes terbukti mampu menjadi sumber PADes dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Bokor, Iriyanto Abdullah berharap, BUMDes Bokor Mandiri bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kepulauan Meranti bahwa dengan pengelolaan yang transparan dan manajemen yang baik, BUMDes bisa maju dan mandiri.
“Kita ingin BUMDes ini benar-benar mandiri sesuai namanya. Uang desa yang diinvestasikan ke BUMDes harus kembali dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kita akan kawal bersama dengan pengawas dan seluruh pengurus agar usaha ini berkembang,” tegas Iriyanto.
Dengan adanya unit usaha ayam potong broiler ini, diharapkan kebutuhan protein hewani masyarakat Desa Bokor dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi desa untuk pembangunan yang berkelanjutan, ujar Kades pada awak media 17 September 2026…(ZAMRI)
