KAMPAR – Aktivitas di dapur MBG Desa Ganting Damai, Kecamatan Salo, menuai sorotan publik. Dalam rekaman yang beredar pada Jumat (24/04/2026), terlihat sejumlah pegawai dapur bekerja dalam suasana tidak kondusif—berjoget, memutar musik, serta tidak menggunakan masker saat menyiapkan paket makanan.
Padahal, makanan yang diproses tersebut akan dibagikan kepada anak-anak sekolah. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius terkait standar kebersihan dan keamanan pangan.
Dalam video, tampak proses pengemasan dilakukan sambil bercanda dan berjoget, tanpa memperhatikan protokol dasar seperti penggunaan masker dan kebersihan tangan. Situasi ini dinilai tidak pantas untuk lingkungan dapur yang memproduksi makanan massal.
Masyarakat menilai, dapur MBG seharusnya menjadi tempat yang steril dan higienis, bukan justru berubah menjadi seperti arena hiburan. Apalagi, sasaran distribusi makanan adalah anak-anak yang rentan terhadap risiko kesehatan.
Kelalaian ini berpotensi menimbulkan dampak serius, mulai dari kontaminasi makanan hingga risiko keracunan. Jika tidak segera ditindak, kepercayaan publik terhadap program MBG bisa menurun drastis.
Pemerintah daerah Kabupaten Kampar diminta tidak tinggal diam. Pengawasan terhadap SPPG sebagai pihak pelaksana harus diperketat, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dapur.
Selain itu, perlu adanya tindakan tegas bagi pihak yang terbukti melanggar, baik berupa teguran keras hingga pencabutan izin operasional jika terbukti lalai.
Program MBG sejatinya bertujuan mulia untuk mendukung gizi anak-anak. Namun, jika pelaksanaannya tidak diawasi dengan baik, justru bisa menjadi ancaman bagi kesehatan generasi muda.
Komentar Publik
@OrangTuaPeduli
“Ini dapur umum atau tempat hiburan? Anak kami bukan bahan percobaan!”
@WargaKampar
“Jangan cuma kejar target dan untung, kebersihan harus nomor satu!”
@IbuRumahTangga
“Kalau begini caranya, lebih baik dihentikan dulu daripada anak-anak jadi korban.”
@PemudaKampar
“Kami minta pengawasan ketat! Ini menyangkut masa depan generasi.”
Catatan Kritis
Kondisi ini bukan sekadar pelanggaran kecil, tapi bentuk kelalaian serius dalam pengelolaan pangan. Dapur produksi massal wajib memenuhi standar higienitas, bukan justru abai terhadap hal paling mendasar.
